3 Kunci Meraih Rahmat-Nya

-Ramadhan sebagai “Proyek Akhirat” Menuju Derajat Takwa
Ramadhan tidak boleh dipandang sekadar sebagai tradisi atau nostalgia tahunan, melainkan sebuah momentum transformasi ruhani yang spektakuler nilainya.

Tujuan utama atau goal tertinggi dari seluruh rangkaian ibadah di bulan ini adalah mencapai derajat takwa sebagaimana yang diperintahkan Allah dalam Al-Baqarah ayat 183 berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang beriman, telah diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” [Al-Baqarah/2:183].

Persiapan untuk proyek ini dimulai dengan meluruskan niat, memurnikan tauhid, dan melakukan taubat yang sungguh-sungguh sebelum memasuki gerbang Ramadhan.

-Menghidupkan Kembali Kedekatan dengan Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, namun ironisnya banyak orang justru lebih sibuk dengan tontonan dan media sosial. Pentingnya menjadi hamba yang akrab dengan Kalamullah.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307).

Artinya, yang tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga mentadabburi, menangis saat membacanya, dan mengamalkan isinya agar hati tidak kering dari ayat-ayat Allah

-Manifestasi Empati dan Persaudaraan Iman (Ukhuwah):
Puasa bertujuan agar kita merasakan lapar sehingga timbul empati kepada mereka yang kelaparan. Ramadhan adalah waktu untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Kita juga perlu membuang dendam, serta menguatkan ikatan ukhuwah dengan mendoakan dan membantu saudara-saudara muslim yang tertindas, khususnya di Gaza.

Kepedulian ini merupakan konsekuensi nyata dari akidah bahwa setiap mukmin adalah satu tubuh yang saling merasakan sakit jika ada bagian lain yang terluka.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *